Kamis, 24 September 2009

Pengalaman Seni Liburan Land

Wuistt...liburan Raya Idul Fitri kale ne adalah liburan tersingkat yang pernah land jalanin, gimana gak selama land SMP land gak pernah tu dikasih tugas segitu banyaknya, ah Lebay ahh,gak banyak-banyak banget lah. Selama liburan Raya Idul Fitri ne Land sering nyanyi-nyanyi di rumah sambil ngerjain tugas, secara gitukan,hobby land kan nyanyi, law Herr bilang se "singen",, jadilah..daripada ngelamun.. Nyanyi juga termasuk seni khan? Lumayan,,,nambah-nambah kerjaan.
Selain tu land juga pernah ceramah di mesjid Al-Mukarramah Kp.Medan, masuk seni juga khan? Really-really fantastic... Ngomong-ngomong fantastic jadi inget fantastic class ne..(hwe...hwe)

Kek na cuma tu dech pengalaman seni land selama liburan kemaren...Dah yaa...

Thank's

Minggu, 13 September 2009

Malaysia, kreatif dikit napa...

Indonesia dan malaysia merupakan negara serumpun yaitu rumpun melayu. Malaysia merupakan salah satu negara tetangga bagi Indonesia. Hubungan Indonesia dan Malaysia-pun telah banyak disinggahi konflik-konflik. Diantaranya konflik perebutan seni-seni tradisional Indonesia oleh Malaysia. Telah banyak seni-seni tradisional Indonesia yang diklaim oleh pihak Malaysia. Seharusnya, Malaysia bisa menciptakan karya seni sendiri tanpa harus mengklaim seni-seni tradisional Indonesia. Tapi, mengapa hal tersebut tidak diupayakan oleh negara tersebut?
Seni tradisional Indonesia yang diklaim oleh negara jiran tersebut, antara lain:
1. Batik, batik yang jelas-jelas sudah ada di Indonesia sejak dulu dan telah dilestarikan oleh Indonesia dengan mudah diklaim oleh Malaysia. Batik telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia bahkan telah menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat Indonesia.
2. Reog Ponorogo, seni tradisional yang menurut saya cukup menakutkan ini ternyata juga diklaim oleh Malaysia. Reog Ponorogo ini sudah lama digunakan oleh Indonesia dalam memperingati hari-hari besar.
3. Lagu " Rasa Sayange"
4. Tari Pendet, tari pendet merupakan salah satu tari kebanggaan Bali dan tentunya Indonesia. Tarian yang sering ditampilkan diupacara-upacara besar ini juga diklaim oleh Malaysia.

Tidak hanya itu, banyak juga pulau-pulau milik Indonesia yang sengaja diklaim oleh Malaysia, sebut saja Pulau Jemur dan Pulau Ambalat, pulau yang jelas-jelas berada pada daerah kekuasaan Indonesia ini juga diklaim oleh Malaysia. Sungguh sangat disayangkan, hanya untuk memperluas wilayah kekuasaan saja Malaysia harus mengambil sesuatu yang bukan haknya. Seni-seni tradisional dan pulau-pulau kecil nan indah ini telah diakui secara Internasional oleh Malaysia. Subhanallah...
Rasa nasionalisme tentunya membuat masyarakat Indonesia sangat sedih. Bagaimana tidak, seni-seni yang telah dijaga sejak dulu kini telah menjadi milik bangsa lain yang tak lain tak bukan merupakan negara tetangga bahkan negara serumpun dengan Indonesia.

Thank's

Minggu, 06 September 2009

HAMPA SEJATI

SAAT HIDUP MERASA TAK LAGI BERARTI

MATI JALAN YANG DICARI

SAAT TAK ADA LAGI ASA DIHATI

SAAT SEMUANYA SEAKAN TAK KAN KEMBALI

BAGAI BUNGA YANG HARUMNYA TAK TERCIUM LAGI

HIDUP SEAKAN HAMPA SEJATI......

ASA YANG DULU MELAMBUNG TINGGI

KINI TAK ADA LAGI....

SEBUAH TRADEGI T’LAH TERJADI

T’LAH MENGHAPUS ASA DIHATI

AKANKAH ASA ITU ADA LAGI.....

SETELAH SEMUA YANG TERJADI

MENINGGALKAN LUKA DIHATI...

YANG SULIT TUK DIOBATI...

HAI KAU PUJAAN HATI...

TAK ADAKAH NIATMU TUK KEMBALI....

By: Wulandari

Jumat, 14 Agustus 2009

PACU JALUR 2009

pacu-jalur-kuansing-riau

NAME : WULANDARI

CLASS : X 1

LESSON : ART OF CULTURE

TEACHER : RONALDO ROZALINO S.Sn


Wisata Riau – Festival Pacu Jalur salah satu tujuan Wisata Riau yang masuk agenda Kalender Wisata Nasional, bahkan dijual untuk pariwisata internasional dalam Visit Indoensia Year 2008 serta Visit Riau 2009.

Pacu Jalur adalah perlombaan tradisional Kabupaten Kuantan Sengingi. Nama “Pacu Jalur” merupakan sebutan dari sampan panjang dengan nama Jalur yang digunakan untuk berpacu atau berlomba. Untuk tahun ini sudah dimulai sejak Rabu (20/8) lalu dan bekahir pada Minggu 24 Agustus.

Satu Jalur terdiri 50-an orang, dan mereka mendayung semua, kecuali dua orang yaitu satu anak kecil diujung depan sampan yang terkadang berdiri dan menari-menari mengikut irama dayung dan satu lagi berdiri seperti Pawang. Dia berperan sebagai pemberi irama dayung, sang Pawang bukan orang sembarangan karena tugasnya tidak mudah dalam bersinergi dengan lajunya Jalur karena perlombaan Pacu Jalur ini sangat sarat dengan nilai Magis.

Mereka berpacu di Sungai Kuantan yang dikenal dengan nama Batang Kuantan. Lintasan pacu kurang lebih 2 km. Aba-aba start, dengan meriam bambu, dimulai apabila ujung depan semua jalur sudah benar-benar pada satu garis lurus, memang tidak mudah melihat arus sungai yang tidak tenang.

Nah setelah melewati garis finish, semua peserta Pacu Jalur berputar balik dan menjalankan jalurnya lebih pelan ketika melewati Tribun VIP. Untuk final tahun 2008 yang mengisi tribun VIP Pacu Jalur adalah Sukarmis, Bupati Kuantan Sengingi saat ini. Hadiah untuk para juaranya lomba Pacu Jalur ini biasanya adalah berupa sapi atau kerbau yang jumlahnya bisa 7 ekor per jalur.